Sekitar 90% setiap kita mengkritik orang lain atau memberi masukan untuk orang lain, kita berkata: “saya memberitahumu untuk kebaikanmu.” Sebenarnya tidak. Kita memberi tahu mereka hanya untuk mendukung ego kita sendiri dengan menunjukan apa yang salah pada dirinya. Suatu kegagalan umum dalam hubungan antar manusia adalah kita terkadang tanpa sadar berusaha meningkatkan rasa percaya diri kita dengan mengurangi rasa percaya diri orang lain, dengan mencari kesalahan-kesalahn, merendahkan, menyakiti dan menghancurkan orang lain dari belakang.
Seni mengkritik sangat sedikit diketahui dan banyak orang sangat tidak terampil dalam memberikan kritik atau masukan yang membangun. Bila kita mendengar kata kritik , kita langsung berpikir tentang orang yang mengkritik dengan kata-kata pedas, sebenarnya kritik itu mempunyai tujuan untuk membangun dan membantu orang lain agar mejadi lebih baik bukan menghancurkan dan menyakiti orang lain. Kritikan bukan untuk memuaskan ego, tetapi untuk mencapai sebuah hasil yang baik.
Menurut Les Giblin, ada tujuh kiat supaya kritikan berhasil yaitu:
1. Kritik harus dilakukan dalam privasi yang total
Jika kita ingin kritikan kita berpengaruh, jangan membuat ego orang lain melawan kita. Ingatlah tujuan kita untuk mencapai hasil akhir yang baik bukan untuk merendahkan egonya. Buatlah privasi dalam mengkritik orang, jangan mengkritik orang di depan kehadiran orang lain.
2. Awalilah kritik dengan kata-kata yang baik
Kata-kata yang baik, penghargaan, pujian, mempunyai efek dalam menciptakan suasana bersahabat. Hal tersebut menarik perhatian orang lain bahwa anda tidak menyerang egonya dan membuatnya marah. Reaksi alamiah orang yang “disalahkan” adalah mempertahankan egonya. Dalam kondisi seperti ini, ia tidak akan menerima kritik kita.
3. Buatlah kritikan impersonal, kritiklah tindakannya bukan orangnya
Kita dapat menghindari ego orang lain dengan mengkritik tindakan dan prilakunya bukan orang. Dengan mengarahkan kritik anda pada tindakannya, kita benar-benar memberinya pujian dan membangun egonya sekaligus.
4. Sediakan jawaban dari kritikan kita
Ketika kita mengkritik kesalahan yang dilakukan orang lain, katakan juga bagaimana cara melakukanya dengan benar. Tekanannya seharusnya tidak pada kesalahan itu, tetapi cara dan jalan untuk mengkoreksi kesalahan tersebut dan menghindari untuk terulang.
5. Kritikan jangan menuntut, tetapi mintalah kerja sama
Meminta selalu lebih menciptakan kerja sama daripada menuntut. Ketika kita menuntut kita menempatkan orang lain sebagai budak dan kita sebagai pengawas budak. Ketika kita meminta, kita menempatkannya sebagai anggota tim anda.
6. Kritik bukan untuk melukai perasaan
Untuk memberikan perhatian pada sebuah kesalahan satu kali, itu perlu. Dua kali itu tidak penting. Dan tiga kali itu menyedihkan . ketika kita tergoda untuk mengungkit masa lalu, ingat tujuan kita dalam mengkritik yaitu untuk membuat sesuatu selesai bukan untuk memenangkan sebuah pertarungan ego.
7. Selesaikan dalam situasi bersahabat
Sampai suatu masalah diselesaikan dengan suasana bersahabat, masalah tersebut belum benar-benar terselesaikan. Jangan meninggalkan masalah menggantungkan dan akan muncul nantinya. Bereskan. Selesaikan. Kubur dalam-dalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar