Senin, 05 April 2010

KIAT MENGKRITIK TANPA MEMBUAT PERASAAN ORANG LAIN TERSINGGUNG

Sekitar 90% setiap kita mengkritik orang lain atau memberi masukan untuk orang lain, kita berkata: “saya memberitahumu untuk kebaikanmu.” Sebenarnya tidak. Kita memberi tahu mereka hanya untuk mendukung ego kita sendiri dengan menunjukan apa yang salah pada dirinya. Suatu kegagalan umum dalam hubungan antar manusia adalah kita terkadang tanpa sadar berusaha meningkatkan rasa percaya diri kita dengan mengurangi rasa percaya diri orang lain, dengan mencari kesalahan-kesalahn, merendahkan, menyakiti dan menghancurkan orang lain dari belakang.

Seni mengkritik sangat sedikit diketahui dan banyak orang sangat tidak terampil dalam memberikan kritik atau masukan yang membangun. Bila kita mendengar kata kritik , kita langsung berpikir tentang orang yang mengkritik dengan kata-kata pedas, sebenarnya kritik itu mempunyai tujuan untuk membangun dan membantu orang lain agar mejadi lebih baik bukan menghancurkan dan menyakiti orang lain. Kritikan bukan untuk memuaskan ego, tetapi untuk mencapai sebuah hasil yang baik.

Menurut Les Giblin, ada tujuh kiat supaya kritikan berhasil yaitu:

1. Kritik harus dilakukan dalam privasi yang total

Jika kita ingin kritikan kita berpengaruh, jangan membuat ego orang lain melawan kita. Ingatlah tujuan kita untuk mencapai hasil akhir yang baik bukan untuk merendahkan egonya. Buatlah privasi dalam mengkritik orang, jangan mengkritik orang di depan kehadiran orang lain.

2. Awalilah kritik dengan kata-kata yang baik

Kata-kata yang baik, penghargaan, pujian, mempunyai efek dalam menciptakan suasana bersahabat. Hal tersebut menarik perhatian orang lain bahwa anda tidak menyerang egonya dan membuatnya marah. Reaksi alamiah orang yang “disalahkan” adalah mempertahankan egonya. Dalam kondisi seperti ini, ia tidak akan menerima kritik kita.

3. Buatlah kritikan impersonal, kritiklah tindakannya bukan orangnya

Kita dapat menghindari ego orang lain dengan mengkritik tindakan dan prilakunya bukan orang. Dengan mengarahkan kritik anda pada tindakannya, kita benar-benar memberinya pujian dan membangun egonya sekaligus.

4. Sediakan jawaban dari kritikan kita

Ketika kita mengkritik kesalahan yang dilakukan orang lain, katakan juga bagaimana cara melakukanya dengan benar. Tekanannya seharusnya tidak pada kesalahan itu, tetapi cara dan jalan untuk mengkoreksi kesalahan tersebut dan menghindari untuk terulang.

5. Kritikan jangan menuntut, tetapi mintalah kerja sama

Meminta selalu lebih menciptakan kerja sama daripada menuntut. Ketika kita menuntut kita menempatkan orang lain sebagai budak dan kita sebagai pengawas budak. Ketika kita meminta, kita menempatkannya sebagai anggota tim anda.

6. Kritik bukan untuk melukai perasaan

Untuk memberikan perhatian pada sebuah kesalahan satu kali, itu perlu. Dua kali itu tidak penting. Dan tiga kali itu menyedihkan . ketika kita tergoda untuk mengungkit masa lalu, ingat tujuan kita dalam mengkritik yaitu untuk membuat sesuatu selesai bukan untuk memenangkan sebuah pertarungan ego.

7. Selesaikan dalam situasi bersahabat

Sampai suatu masalah diselesaikan dengan suasana bersahabat, masalah tersebut belum benar-benar terselesaikan. Jangan meninggalkan masalah menggantungkan dan akan muncul nantinya. Bereskan. Selesaikan. Kubur dalam-dalam.

Jumat, 02 April 2010

Tugas Manajemen Strategik

1. Jelaskan apa yang yang dimaksud dengan :

a) Pengertian analisis lingkungan internal organisasi(IFAS)? Apa tujuannya?

Analisis Lingkungan Internal Organisasi merupakan suatu proses untuk menemukan aspek-aspek internal atau faktor-faktor internal perusahaan yang diperlukan dalam menghadapi lingkungan eksternalnya dan mengevaluasi apakah aspek tersebut berada dalam posisi yang kuat atau lemah.

Tujuan Analisis Lingkungan Internal adalah untuk menilai faktor-faktor yang berada didalam lingkungan organisasi yang mempengaruhi kemajuan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. asil dari analisis lingkungan internal akan menghasilkan kekuatan dan kelemahan perusahaan.

b) Bagaimana langkah atau caranya?

Analisis lingkungan internal merupakan suatu proses yang terdiri dari beberapa langkah seperti berikut:

1. Identifikasi variabel internal

Langkah idenfikasi variabel merupakan alat untuk menemukan bagian-bagian internal yang diperlukan tersebut. Langkah ini sangat penting, karena jangan sampai ada bagian/variabel internal yang penting terlewatkan untuk dianalisis sehingga manajer kehilangan informasi mengenai posisi kekuatan ataupun kelemahannya. Jika itu terjadi berarti akan mengakibatkan tidak termanfaatkannya dengan baik kekuatan yang ada atau tidak tertanganinya kelemahan perusahaan yang mungkin memiliki dampak terhadap posisi bersaing dan masa depan perusahaan.

2. Evaluasi dan penilaian Variabel internal

Setelah menemukan variabel yang perlu dianalisis,maka barulah kajian terhadap variabel tersebut dapat dilakukan. Kajian ini akhirnya akan menghasilkan informasi tentang kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.

3. Menyusun ringkasan hasil analisis

Semua hasil tentunya disusun dalam sebuah ringkasan sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami secara singkat. Ringkasan ini akan menggambarkan dari perusahaan.

c) Meliputi faktor apa saja yang dianalisis, sebutkan? Kemudian jelaskan meliputi apa saja masing-masing factor tersebut (dua factor saja)?

1. Sumber Daya (Resources)
a. Tangible, Merupakan sumber daya yang terlihat atau berwujud dalam data keuangan dan mudah sekali diidentifikasi dan dievaluasi.
-Sumber daya Finansial : Kapasitas kredit perusahaan, Kemampuan menghasilkan dana internal, dan sebagainya.
-Sumber daya Fisik : Kecanggihan mesin pabrik. Lokasi pabrik atau lokasi usaha,dan sebagainya.
- Sumber daya Manusia : Pengalaman, loyalitas, pelatihan, komitmen, dan sebagainya.
- Sumber daya Organisasional : Sistem perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan sebagainya


b. Intangible, Merupakan sumber daya yang tidak terlihat pada neraca keuangan perusahaan.Contohnya:
- Sumber daya Teknologi :
Persediaan teknologi: paten, merek dagang, hak cipta, dan sebagainya,
- Sumber daya untuk Inovasi: Kegiatan riset, kreativitas, dan sebagainya,Reputasi (performance): Merek, persepsi kualitas, hubungan baik dengan pemasok, dan sebagainya
c. Human Resources Perusahaan, menilai sumber daya manusia atau karyawannya berdasarkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang untuk selanjutnya dikembangkan juga penilaian terhadap kemampuan para karyawan untuk bekerja sama secara lebih efektif.


2. Kapability (Capability)
a. Pendekatan FungsionalMerupakan penentu kapabilitas perusahaan secara relative terhadap fungsi-fungsi utama perusahaan antara lain: pemasaran, penjualan dan distribusi, keuangan dan akuntansi, sumber daya manusia, produksi serta organisasi secara umum.
b. Pendekatan Rantai Nilai (Value Chain),Kapabilitas yang didasarkan pada serangkaian kegiatan yang berurutan yang merupakan sekumpulan aktivitas nilai (value activities) yang dilakukan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirim dan mendukung produk dan jasa.

2. a. Jelaskan Model Analisis lingkungan Persaingan industri dari Michael Porter.


Porter menyatakan bahwa kelima kekuatan bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan mempengaruhi atau mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang menguntungkan bagi perusahaan. Ruang lingkup kelima kekuatan bersaing tersebut, antara lain:

Ancaman pendatang baru, yang dapat ditentukan dengan hambatan masuk ke dalam industri, antara lain, hambatan harga, respon incumbent, biaya yang tinggi, pengalaman incumbent dalam industri, keunggulan biaya, differensiasi produk, akses distribusi, kebijakan pemerintah dan switching cost.

Kekuatan tawar-menawar pemasok, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat konsentrasi pasar, diversifikasi, switching cost, organisasi pemasok dan pemerintah.

Kekuatan tawar-menawar pembeli, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain differensiasi, konsentrasi, kepentingan pembeli, tingkat pendapatan, pilihan kualitas produk, akses informasi, dan switching cost.

Ancaman produk subtitusi, yang ditentukan oleh harga produk subtitusi,switching cost, dan kualitas produk.

Persaingan di dalam industri, yang ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu pertumbuhan pasar, struktur biaya, hambatan keluar industri, switching cost, pengalaman dalam industri, dan perbedaan strategi yang diterapkan.

b.Sebutkan meliputi apasaja yang dimaksud dengan halangan masuk dalam persaingan? Kemudian jelaskan pengertiannya (dua aspek saja)

Hambatan untuk memasuki industri (entry baarier) :

1.Skala ekonomi (economics scale) : skala ekonomi menghalangi masuknyapendatang baru dengan cara memaksa mereka untuk masuk pada skala besar.

2. Diferensiasi produk (product differentiation) : diferensiasi produk menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi kesetiaan pelanggan yang ada.

3. Persyaratan modal (capital requirement)

4. Biaya peralihan pemasok (switching cost) : biaya yang harus dikeluarkan pembeli bilamana berppindah dari produk pemasok tertentu ke produk pemasok lainnya.

5. Akses ke saluran distribusi

6. Kebijakan pemerintah